Bagaimana Internet Memengaruhi Perilaku Belajar Siswa dalam Menavigasi Era Digital dengan Etika Pancasila dan Literasi Digital
Abstract
Pendahuluan: Penetrasi internet di Indonesia mencapai 78,19% (APJII, 2023), dengan 89,15% aktivitas daring siswa terkonsentrasi pada media sosial. Kondisi ini membuka peluang sekaligus risiko bagi perilaku belajar siswa. Kajian yang mengintegrasikan perilaku belajar, etika Pancasila, dan literasi digital dalam kerangka Society 5.0 masih terbatas.
Tujuan: Menganalisis pengaruh internet terhadap perilaku belajar siswa serta merumuskan strategi penguatan etika digital berbasis Pancasila dan literasi digital.
Metode: Pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan terhadap 23 literatur (2017–2024) dari jurnal, buku, dan laporan institusi (APJII, Kominfo, UNICEF). Analisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber.
Hasil: Sebanyak 61% siswa mengalami perubahan perilaku belajar akibat internet, terdiri atas 25% dampak positif, 14% tidak signifikan, dan 22% dampak negatif. Dampak negatif meliputi perjudian daring, pornografi, perundungan siber, hoaks, dan radikalisme. Pelatihan literasi digital terstruktur mampu menurunkan paparan konten negatif hingga 40%.
Kesimpulan: Penguatan etika digital berbasis Pancasila (sila ke-1, 2, 3, dan 5) yang dipadukan dengan pelatihan literasi digital terbukti menjadi solusi strategis. Integrasi modul etika digital Pancasila ke dalam Kurikulum Merdeka direkomendasikan. Penelitian selanjutnya disarankan melakukan pengujian kuantitatif terhadap model integrasi ini.
Kata Kunci: etika Pancasila, literasi digital, perilaku belajar, internet, Society 5.0
File Viewer
License
Copyright (c) 2026 Shendy Febrilian Nabili, Fikri Fieresta, Muhammad Andriyawan, Saeful Jihadin Islam, Nurul Setiani (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.