Faktor Manusia dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Wisata Petualangan: Studi Eksploratif

Authors

  • Ahmad Afif Mauludi STIKES YKY Yogyakarta Author
  • Rini Puspita Dewi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Program Sarjana, STIKES YKY Yogyakarta, Indonesia Author
  • Muhammad Azrin Karim Keselamatan dan Kesehatan Kerja Program Sarjana, STIKES YKY Yogyakarta, Indonesia Author
  • Tri Arini Keperawatan Program Diploma, STIKES YKY Yogyakarta, Indonesia Author
  • Dwina Anggraini Keselamatan dan Kesehatan Kerja Program Sarjana, STIKES YKY Yogyakarta, Indonesia Author
  • Tia Nurhidayanti Keselamatan dan Kesehatan Kerja Program Sarjana, STIKES YKY Yogyakarta, Indonesia Author
  • Arif Sulfiantono Tourism Resource Development, Tourism Department of Special Region of Yogyakarta, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.65307/ns.v1i5.173

Keywords:

faktor manusia, wisata petualangan, keselamatan dan kesehatan kerja, paradoks pengalaman

Abstract

Pendahuluan: Sektor wisata petualangan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tumbuh pesat pascapandemi dengan profil risiko kerja yang tinggi, namun didominasi pekerja informal. Studi pendahuluan mengungkap fenomena paradoksal di mana pekerja berpengalaman justru memandang risiko lebih rendah, sementara literatur K3 yang ada lebih berfokus pada perspektif wisatawan.

Tujuan: Mengeksplorasi faktor manusia yang memengaruhi K3 di sektor wisata petualangan DIY dan mengungkap mekanisme di balik paradoks pengalaman.

Metode: Penelitian kualitatif eksploratif dengan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui empat sesi Focus Group Discussion (16 partisipan dari Goa Kiskendo, Wisata Canden, Benteng Vredeburg, dan Pantai Drini) dan wawancara mendalam dengan 20 informan kunci, kemudian dianalisis menggunakan thematic analysis Braun & Clarke.

Hasil: Teridentifikasi empat tema utama: (1) paradoks pengalaman akibat habituasi dan bias kognitif; (2) kesenjangan antara pengetahuan prosedural dan substansial; (3) tekanan psikososial dan kelelahan sebagai determinan risiko; serta (4) dualitas budaya keselamatan antara model birokratis-formal dan komunal-solidaritas. Pengalaman traumatik langsung terbukti menjadi pematah paradoks pengalaman.

Kesimpulan: Intervensi K3 perlu melampaui pendekatan teknis dengan menyentuh dimensi psikologis dan kultural melalui pelatihan berbasis metakognisi, pelaporan near-miss, dan dukungan kesehatan mental. Keterbatasan penelitian pada cakupan geografis dan desain cross-sectional menyarankan studi longitudinal lintas wilayah untuk penelitian lanjutan.

Kata Kunci: faktor manusia, wisata petualangan, paradoks pengalaman, keselamatan dan kesehatan kerja

File Viewer

Viewers

Downloads

Published

2026-05-30

How to Cite

Faktor Manusia dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Wisata Petualangan: Studi Eksploratif. (2026). Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia, 1(5), 187-198. https://doi.org/10.65307/ns.v1i5.173